Selamat Datang di Jendela Den Ngabei. Download artikel dengan memberi komentar pada Ngabei Comment Box... pada halaman Unduh Artikel. 1 KLIK DOWNLOAD = Rp 1,-, uang yang sudah terkumpul akan disumbangkan untuk biaya buku siswa SD di tempat KKN saya, desa Ngargosari. Indonesia Jaya..!!. Blog ini berisikan tentang sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, pemanfaatan energi listrik, hingga pengalaman praktis. Semoga bermanfaat..

Senin, 03 Desember 2012

DC Chopper Tipe Boost (Boost Converter)

DC Chopper Tipe Boost
DC Chopper Tipe Boost merupakan salah satu jenis dari DC Chopper. Rangkaian elektronika daya ini dapat mengubah tegangan DC pada nilai tertentu menjadi tegangan DC yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan tegangan yang lebih tinggi daripada masukannya, DC Chopper Tipe Boost menggunakan komponen switching untuk mengatur duty cycle-nya. Komponen switching tersebut dapat berupa thyristor, MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor), IGBT, dll.

Minggu, 25 November 2012

DC Chopper Tipe Buck (Buck Converter)

DC Chopper Tipe Buck merupakan salah satu jenis dari DC Chopper. Rangkaian elektronika daya ini dapat mengubah tegangan DC pada nilai tertentu menjadi tegangan DC yang lebih rendah. Untuk mendapatkan tegangan yang lebih rendah daripada masukannya, DC Chopper Tipe Buck menggunakan komponen switching untuk mengatur duty cyclenya. Komponen switching tersebut dapat berupa thyristor, MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor), IGBT, dll.

DC Chopper (Konverter DC-DC)

  Tegangan searah (DC) pada sistem tenaga listrik saat ini sangat dibutuhkan. Hal ini dapat kita ditemui pada berbagai macam peralatan rumah tangga disekitar kita. Salah satu aplikasi yang berhubungan dengan tegangan searah (DC) tersebut adalah konverter DC-DC.

  Konverter DC-DC merupakan salah satu jenis rangkaian elektronika daya yang berfungsi untuk mengkonversi tegangan masukan searah konstan menjadi tegangan keluaran searah yang dapat divariasikan berdasarkan perubahan duty cycle rangkaian kontrolnya. Sumber tegangan dc dari konverter DC-DC dapat diperoleh dari baterai, atau dengan menyearahkan sumber tegangan ac yang kemudian dihaluskan dengan filter kapasitor untuk mengurangi riak (ripple).

Kamis, 22 November 2012

Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB)

Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan
  Semakin bertambahnya pertumbuhan akan kebutuhan listrik di dunia, memicu perusahaan listrik suatu negara untuk selalu menjaga kestabilan dan keandalan dari sistem tenaga listrik. Masalah terbesar yang dapat mempengaruhi kestabilan dan keandalan dari sistem tenaga listrik adalah adanya gangguan. Gangguan yang terjadi pada sistem tenaga listrik dapat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor internal (ex: hubung singkat dalam generator) dan faktor eksternal (ex: cuaca, petir).

Selasa, 20 November 2012

Flexible AC Transmission System (FACTS)


Flexible AC Transmission System
 Pengoperasian sistem jaringan transmisi daya listrik kini telah memasuki era baru. Dalam tahapan baru ini, transmisi daya listrik tidak hanya akan menjadi lebih terjamin dan lebih terkendali dalam pengaturannya, tetapi juga akan menjadi jauh lebih efisien dalam pemanfaatannya. Peningkatan pesat ke arah pemanfaatan sistem jaringan transmisi listrik secara optimal ini dimungkinkan dengan keberadaan dan semakin dewasanya aplikasi teknologi dibidang elektronika daya pada khususnya dan teknologi semikonduktor pada umumnya.

Minggu, 18 November 2012

Membuat PCB Rangkaian Penyearah (Rectifier) Dengan Software Eagle

Logo Software Eagle
  Software Eagle merupakan software yang dapat membantu untuk mendesain suatu printed circuit board (PCB). Selain mudah digunakan, di dalam software eagle juga terdapat berbagai macam jenis dan merk komponen elektronika yang mendukung dalam pembuatan PCB. Salah satu fasilitas penting yang dimiliki oleh eagle adalah "print" yang memungkinkan kita untuk mencetak hasil desain PCB yang telah kita buat secara langsung.

Jumat, 16 November 2012

5 Pembangkit Listrik Energi Alternatif Teraneh di Dunia

Petir (Lightning)
  Masalah krisis energi  sudah menjadi masalah dunia internasional, Hal ini dikarenakan bahan bakar fosil yang semakin menipis dan semakin mahalnya minyak dunia. Berbagai macam cara digunakan untuk menyelesaikan masalah krisis energi ini, salah satunya adalah dibuatnya pembangkit listrik energi alternatif. Namun, ada beberapa pembangkit listrik alternatif yang kurang lazim untuk digunakan untuk membangkitkan energi listrik. Berikut adalah 5 pembangkit listrik energi alternatif teraneh didunia.

Rabu, 14 November 2012

Macam - Macam Gangguan Generator dan Akibatnya

Gangguan Pada Generator
  Dalam suatu operasi sistem tenaga listrik, terdapat banyak sekali kondisi yang mempengaruhi kinerja dari komponen-komponen yang ada didalamnya. Kondisi-kondisi tersebut dapat berupa kondisi normal (berbeban, tanpa beban, dll) dan juga kondisi tak normal (gangguan). Salah satu komponen sistem tenaga listrik yang kinerjanya berpengaruh jika sedang dalam kondisi gangguan adalah generator.

Selasa, 13 November 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
  Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) atau geothermal power plant merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh perut bumi untuk menghasilkan tenaga listrik. Panas yang dihasilkan perut bumi ini dapat berupa uap air maupun air panas yang kemudian digunakan untuk memutar turbin yang dikopel langsung dengan rotor generator untuk menghasilkan energi listrik.

Sabtu, 03 November 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Pembangkit Listrik Tenaga Surya
  Dimasa yang akan datang, penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), semakin lama akan semakin berkurang dan digantikan dengan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi terbarukan yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Salah satu energi terbarukan yang dapat kita temui sehari-hari adalah cahaya matahari. Energi cahaya matahari kedepannya memainkan peranan yang sangat penting dalam bidang kelistrikan, utamanya dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik berskala rumah tangga.

Jumat, 02 November 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu / Angin (PLTB)

Pembangkit Listrik Tenaga Angin
  Berdasarkan data IEA Clean Coal Center (sampai Mei 2012) menunjukkan bahwa jumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) didunia telah mencapai 2300 unit (7000 unit individu). Data ini secara tidak langsung juga menunjukkan bahwa konsumsi energi fosil dalam pemenuhan energi listrik sangat besar. Penggunaan energi fosil dalam pemenuhan energi listrik ini ternyata lambat laun menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Dampak buruk yang paling terasa saat ini adalah global warming (pemanasan global).

Sabtu, 27 Oktober 2012

Selamat Hari Listrik Nasional !!!

Hari Listrik Nasional
  Tanggal 27 Oktober 2012 ini Indonesia memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke 67. Peringatan hari listrik mengambil momentum nasionalisasi perusahaan-perusahaan listrik yang semula dikuasai penjajah Jepang.

   Sejarah kelistrikan Indonesia telah dimulai pada akhir abad ke 19, pada saat beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Kelistrikan untuk umum mulai ada pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu N V. Nign, yang semula bergerak di bidang gas memperluas usahanya di bidang penyediaan listrik untuk umum.

Minggu, 21 Oktober 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Uap/ PLTU ( Video )

   Pembangkit Listrik Tenaga Uap/ PLTU adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan uap air untuk memutar turbin generator sehingga generator tersebut dapat menghasilkan energi listrik. Saat ini, PLTU masih menjadi pembangkit listrik andalan di beberapa negara. Hal ini dikarenakan, untuk menghasilkan daya listrik yang besar hanya dibutuhkan bahan bakar yang memiliki harga murah. Bahan bakar tersebut diantaranya batubara dan gas alam.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Luxmeter

   Alat ukur cahaya (lux meter) adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya di suatu tempat. Besarnya intensitas cahaya ini perlu untuk diketahui karena pada dasarnya manusia juga memerlukan penerangan yang cukup. Untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya ini maka diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Sehingga cahaya yang diterima oleh sensor dapat diukur dan ditampilkan pada sebuah tampilan digital.

Meter Tahanan Kontak (Mikroohmmeter)

   Biasa disebut dengan Micro Ohm meter dan digunakan untuk mengukur tahanan antara terminal masuk dan terminal keluar pada alat hubung utama kubikel. Nilai yang dihasilkan adalah dalam besaran micro atau sepersatu juta ohm.
    Dua terminal alat ukur yang dihubungkan ke terminal masuk dan keluar akan mengalirkan arus searah dengan nilai minimal 200 Amper. Sebenarnya yang terukur pada alat ukurnya adalah jatuh tegangan antara 2 (dua) terminal yang terhubung dengan alat ukur, tetapi kemudian nilainya dikalibrasikan menjadi satuan micro ohm.

Meter Tahanan Pentanahan (Earth Tester)

     Biasa disebut dengan Meger Tanah atau Earth Tester, digunakan untuk mengukur tahanan pentanahan kerangka kubikel dan pentanahan kabel. Terminal alat ukur terdiri dari 3 (tiga) buah, 1 (satu) dihubungkan dengan elektroda yang akan diukur nilai tahanan pentanahannya dan 2(dua) dihubungkan dengan elektroda bantu yang merupakan bagian dari alat ukurnya. Ketelitian hasil tergantung dari cukupnya energi yang ada pada baterai.

Megaohmmeter (Megger)

    Megaohmmeter (Megger) merupakan suatu meter tahanan isolasi. Alat ukur ini dapat mengukur tahanan isolasi instalasi tegangan menengah maupun tegangan rendah. Untuk instalasi tegangan menengah ,digunakan Meger dengan batas ukur mega sampai gigaohm dan tegangan alat ukur antara 5.000 volt sampai dengan 10.000 volt arus searah.

Jumat, 19 Oktober 2012

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

   Seperti halnya penyearah satu fasa gelombang penuh tak terkontrol, penyearah ini memiliki 2 jenis, yaitu penyearah dengan tap tengah (2 dioda) dan penyearah jembatan (bridge/ 4 dioda). Yang membedakan antara keduanya adalah komponen penyearah yang digunakannya. Penyearah jenis ini menggunakan komponen penyearah terkontrol, seperti thyristor atau SCR (Silicon Controlled Rectifier), IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor), MOSFET (Metal Oxide Silicon Field Effect Transistor), dll. 

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Tak Terkontrol

    Terdapat dua jenis rangkaian penyearah satu gelombang penuh tak terkontrol, diantaranya Penyearah Dengan Tap Tengah (2 dioda) dan Penyearah Jembatan (Bridge/4 dioda). Keduanya memiliki hasil keluaran yang sama, yaitu berupa dua buah bagian positif dalam satu panjang gelombang dari yang inputannya adalah berupa setengah bagian positif dan setengah bagian negatif dalam satu panjang gelombang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rangkaian dari penyearah satu fasa gelombang penuh tak terkontrol.

Penyearah Satu Fasa Setengah Gelombang Terkontrol

    Yang membedakan antara rangkaian terkontrol dengan tak terkontrol adalah komponen penyearah yang digunakannya. Penyearah jenis ini menggunakan komponen penyearah terkontrol, seperti thyristor atau SCR (Silicon Controlled Rectifier), IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor), MOSFET (Metal Oxide Silicon Field Effect Transistor), dll. Terkontrol dalam hal ini maksudnya adalah penyearah ini dapat dipicu pada sudut tertentu sehingga dapat menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diinginkan.

Penyearah Satu Fasa Setengah Gelombang Tak Terkontrol

    Penyearah jenis ini menggunakan satu buah dioda sebagai komponen penyearah tak terkontrol. Hasil keluaran dari rangkaian ini adalah hanya bagian positif saja dalam satu panjang gelombang dari yang inputannya adalah gelombang sinus yang memiliki bagian positif dan bagian negatif dalam satu panjang gelombangnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rangkaian dari penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkontrol.

Penyearah Satu Fasa

Penyearah satu fasa dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu penyearah satu fasa setengah gelombang dan penyearah satu fasa gelombang penuh. Berdasarkan komponen penyearah yang digunakan, penyearah dibagi menjadi 4, yaitu penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkontrol, penyearah satu fasa setengah gelombang terkontrol, penyearah satu fasa gelombang penuh tak terkontrol dan penyearah satu fasa gelombang penuh terkontrol. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan masing-masing dari keempat jenis tersebut.

Kamis, 18 Oktober 2012

Tachometer

  Tachometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan putaran pada poros engkel / piringan motor atau mesin lainnya. Ada 3 function yang bisa dipilih pada switch tachometer, yaitu rpm (resolution per minute) untuk menghitung jarak yang ditempuh.
  Prinsip kerja alat ini adalah dari inputan data berupa putaran diubah oleh sensor sebagai suatu nilai frekuensi kemudian frekuensi tersebut dimasukkan ke dalam rangkaian frekuensi to voltage converter (f to V) keluarannya berupa tegangan, digunakan untuk menggerakkan jarum pada tachnometer analog atau dimasukkan (analog to digital converter) ADC pada tachometer digital untuk diubah menjadi data digital dan ditampilkan pada display.

Resistor 5 Gelang Warna

   Resistor atau tahanan atau hambatan merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk memberikan hambatan arus listrik pada suatu rangkaian. Selain memberi hambatan arus listrik, resistor juga dapat berperan sebagai pembagi arus listrik dan juga sebagai pembagi tegangan. Resistor digolongkan sebagai elemen pasif, artinya resistor ini merupakan elemen yang tidak dapat menghasilkan energi, melainkan hanya menyerap energi, sehingga menimbulkan panas.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Sistem Transmisi

Dalam suatu Sistem Tenaga Listrik (STL), saluran transmisi dibangun untuk keperluan penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban dalam kapasitas daya yang sangat besar. Berikut adalah bagan aliran daya listrik pada sistem transmisi.

Jumat, 05 Oktober 2012

3 Fakta Mengapa Harus Berhemat Listrik

Mungkin lucu kedengarannya, kalau seorang “penjual” justru menghimbau “pembeli” nya agar tidak membeli barang yang dijual dalam jumlah banyak. Bukankah pembelian dari barang tersebut akan memberikan keuntungan yang berlipat ganda bagi si “penjual”? Lalu, mengapa hal ini justru tidak di lakukan? Apakah si “Penjual” tidak menginginkan keuntungan?

Simbol-Simbol Alat Ukur


Pada setiap alat ukur listrik yang kita gunakan, pastilah terdapat beberapa simbol yang melekat pada alat ukur tersebut. Dengan adanya simbol pada suatu alat ukur, maka kita sebagai pengguna dapat mengetahui karakteristik dari alat ukur tersebut sehingga kita dapat menggunakannya dengan baik dan benar. Untuk lebih memperjelas hal tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai beberapa simbol yang terdapat pada suatu alat ukur.

Osiloskop (Oscilloscope)

Osiloskop (Oscilloscope) merupakan sebuah alat pengukur besaran listrik yang mana nilai yang diukur adalah berupa nilai maksimal dan hasil pengukurannya ditampilkan pada suatu layar/ display. Besaran yang dapat diukur oleh osiloskop meliputi : arus, tegangan, waktu dan frekuensi, beda fasa, dsb.

Kamis, 04 Oktober 2012

Frequently Asked Question (FAQ) Part 1 Motor Sinkron

MOTOR SINKRON (Synchronous Motor)
1. Apa itu motor sinkron dan bagaimana prinsip kerjanya?
Jawab :
Motor adalah alat listrik yang dapat mengubah dari energi listrik menjadi energi mekanik (putar). Secara garis besar, motor dapat digolongkan menjadi 2 bagian, yaitu : motor DC dan motor AC. Untuk motor AC, masih digolongkan lagi menjadi 2, yaitu : motor 1 fasa dan motor 3 fasa. Untuk motor 3 fasa masih digolongkan lagi menjadi 2, yaitu : motor sinkron (synchronous motor) dan motor tak sinkron/ tak serempak/ induksi (asynchronous motor).

Jepang Dibelah Dengan 2 Sistem Jaringan Listrik (Belajar dari tsunami 2011)

Gempa dan Tsunami besar di Fukushima Jepang pada tahun 2011 mengakibatkan berhentinya 6 reaktor PLTN di Fukushima Daiichi yang melayani listrik Jepang bagian Timur (Tokyo, Yokohama, Tohoku, Hokaido), sehingga mengakibatkan rolling blackout (pemadaman bergilir) di daerah timur Jepang. Disisi lain, Jepang bagian barat yang tidak terpengaruh dengan gempa dan tsunami pada saat itu masih memiliki cadangan daya. Namun sayang, kelebihan daya tersebut tidak bisa digunakan untuk membantu kekurangan daya di daerah timur secara maksimal. Mengapa demikian??

Minggu, 22 Juli 2012

Metode Penggantian Isolator SUTT Hot Stick

Metode Hot Stick
  Metode Hot Stick merupakan metode penggantian isolator yang pertama kali yang digunakan dalam PDKB pada saluran transmisi. Dalam proses kerjanya, pekerja (linesman) tidak diperkenankan untuk menyentuh kawat fasa langsung dengan tangannya, melainkan dengan menggunakan alat-alat yang bersifat isolatif yang berfungsi sebagai pemisah tegangan antara kawat fasa dengan pekerja (linesman) agar tidak terjadi hubung singkat. Dengan adanya peralatan yang lengkap dan tahapan pekerjaan yang benar, maka dapat dipastikan orang yang melakukan pekerjaan penggantian isolator ini dalam keadaan aman.

Metode Penggantian Isolator SUTT Barehand

Metode Barehand
   Metode Barehand merupakan metode pengembangan dari Metode Hot Stick. Pada metode ini, tidak hanya menggunakan peralatan bersifat isolatif, namun juga pekerja dapat menyentuh kawat bertegangan secara langsung. Inilah yang membedakan antara Metode Hot Stick dengan Metode Barehand.
   Dengan adanya sentuh langsung dengan kawat bertegangan, maka pekerja diharuskan agar memiliki tegangan yang sama dengan tegangan kawat tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan conductive suit. Alat ini berbentuk seperti pakaian yang akan memiliki tegangan yang sama dengan tegangan kawat penghantar jika pekerja (linesman) menyentuh kawat bertegangan tersebut.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bagian 2

  Berdasarkan bahan bakar yang digunakan, PLTU dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
- PLTU Batubara
  Merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batubara untuk memanaskan air yang terdapat didalam boiler pada PLTU tersebut. PLTU yang termasuk dalam golongan PLTU ini adalah PLTU Suralaya, PLTU Tanjung Jati B, PLTU Paiton, PLTU Cilacap, PLTU Labuan, PLTU Indramayu, PLTU Rembang, PLTU Asam-Asam.

Minyak Solar Pada Pembangkitan PLTU

   Sekalipun di pembangkitan yang bahan bakar utamanya batu bara, solar ternyata masih dibutuhkan. Di sebagian besar PLTU, solar diandalkan sebagai start-up pembakar batu bara bila suatu saat unit pembangkitan berhenti bekerja (trip).
   Bila tidak ada solar, batu bara tentunya tidak bisa dibakar, yang tentunya pembangkit tidak bisa beroperasi menghasilkan listrik. Untuk pengisian tangki yang berkapasitas 757 m3 atau 643 ton dari keadaan kosong sampai penuh, bila diangkut dengan truk, butuh sampai 47 truk tangki, dimana 1 truk tangki berkapasitas 16.000 liter. Untuk start-up PLTU Tanjung Jati B, biasanya butuh delapan truk bila peralatan di masing-masing unit itu dalam keadaan dingin setelah terjadi trip. Namun, kalau peralatan masih panas hanya memakai sedikit bahan bakar karena alat-alat lain masih beroperasi.

Membuat Diagram Urutan

    Diagram urutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu diagram urutan nol, diagram urutan positif dan diagram urutan negatif. Diagram-diagram urutan ini digunakan untuk mengetahui impedansi urutan nol (Z0), positif (Z1) dan negatif (Z2) dari suatu sistem tenaga listrik. Untuk lebih jelasnya, kita ambil suatu contoh sistem tenaga listrik yang ingin diketahui diagram impedansinya.

Komponen - Komponen Simetri

   Sistem tak seimbang yang memiliki jumlah fasor tertentu ternyata dapat diuraikan menjadi komponen-komponen simetri, yaitu komponen urutan positif, urutan negatif dan urutan nol. Komponen urutan positif terdiri dari tiga fasor sama besar, saling terpisah 120 derajat dan urutan fasa sama dengan fasor asli. Dilambangkan dengan subskrip 1. Komponen urutan negatif hampir sama dengan urutan positif namun urutan fasanya berlawanan dengan fasor aslinya. Dilambangkan dengan subskrip 2. Komponen urutan nol terdiri dari tiga fasor sama besar dan memiliki pergeseran fasa nol antara fasor satu dengan lainnya. Dilambangkan dengan subskrip 0.

Penyelesaian Gangguan Tak Simetri Double Line to Ground

    Gangguan Double Line to Ground adalah gangguan yang terjadi pada sistem yang tidak seimbang, dimana dua fasanya mengalirkan arus gangguan ke ground. Pada pembahasan kali ini, gangguan terjadi pada fasa b dan c ke ground, sehingga terlihat bahwa dari fasa b dan fasa c mengalirkan arus gangguan ke ground dan biasanya terdapat impedansi gangguan yang dilambangkan dengan Zf. Untuk mengetahui arus gangguan tersebut, dapat dicari dengan menggunakan metode urutan fasa dan metode matriks. Untuk mencari arus gangguan (If) dengan menggunakan metode urutan fasa, berikut adalah langkah-langkah pengerjaannya.

Penyelesaian Gangguan Tak Simetri Line to Line

     Gangguan Line to Line adalah gangguan yang terjadi pada sistem yang tidak seimbang, dimana salah satu fasanya mengalirkan arus gangguan ke fasa yang lain. Pada pembahasan kali ini, gangguan terjadi pada fasa b dan c, sehingga terlihat bahwa dari fasa b tersebut mengalir arus gangguan (If) ke fasa c dan biasanya terdapat impedansi gangguan yang dilambangkan dengan Zf. Untuk mengetahui arus gangguan tersebut, dapat dicari dengan menggunakan metode urutan fasa dan metode matriks. Untuk mencari arus gangguan (If) dengan menggunakan metode urutan fasa, berikut adalah penjelasan mengenai langkah-langkah pengerjaannya

Penyelesaian Gangguan Tak Simetri Line to Ground

   Gangguan Line to Ground adalah gangguan yang terjadi pada sistem yang tidak seimbang, dimana salah satu fasanya mengalirkan arus gangguan ke ground. Pada pembahasan kali ini, gangguan dimisalkan  terjadi pada fasa a, sehingga terlihat bahwa dari fasa a tersebut mengalir arus gangguan (If) ke tanah dan biasanya terdapat impedansi gangguan yang dilambangkan dengan Zf. Untuk mengetahui arus gangguan tersebut dapat dicari dengan menggunakan 2 metode, yaitu metode matrix dan metode urutan fasa. Berikut akan dibahas bagaimana langkah untuk mencari arus gangguan line to ground dengan menggunakan metode urutan fasa.

Jumat, 20 Juli 2012

Penggantian Isolator Pada SUTT Secara Online

Pada suatu saluran udara tegangan tinggi (SUTT), biasanya ditemukan gangguan-gangguan, seperti surja petir dan surja hubung. Gangguan-gangguan ini terkadang menimbulkan arus gangguan yang menyebabkan isolator pada suatu sistem transmisi rusak. Isolator yang rusak tidak dapat diperbaiki, melainkan harus diganti. Pada awal pembangunan SUTT, untuk mengganti isolator yang rusak, perusahaan listrik harus memadamkan listrik terlebih dahulu. Hal ini tentunya menimbulkan kerugian material tersendiri bagi perusahaan kelistrikan tersebut.

Rangkaian Penyearah (Rectifier)

Rangkaian Penyearah (Rectifier) merupakan salah satu jenis rangkaian elektronika daya yang dapat mengubah tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). Untuk mengubah tegangan AC menjadi DC, komponen elektronika daya yang dapat digunakan adalah dioda, SCR (Silicon Controlled Rectifier), IGBT.

Gangguan Hubung Singkat Pada Sistem Tenaga Listrik

     Pada suatu sistem tenaga listrik, dapat kita temukan berbagai macam gangguan. Salah satu gangguan yang ada adalah gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat (short circuit) pada sistem tenaga listrik pada umumnya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
- Gangguan Simetri
- Gangguan Tak Simetri

Minggu, 01 April 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

PLTN bekerja tidak ubahnya seperti prinsip kerja dari sebuah pembangkit listrik yang memanfaatkan panas sebagai pembangkit uap. Uap air yang bertekanan tinggi dingunakan untuk menggerakkan turbin, kemudian turbin menggerakkan generator, dan generator menghasilkan listrik. Perbedaan utama antara PLTN dengan Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) konvensional adalah terletak pada pemanfaatan bahan bakar yang digunakan untuk menguapkan air. Kebanyakan PLTN saat menggunakan Uranium sebagai bahan bakarnya, sedangkan PLT konvensional untuk menghasilkan panas menggunakan bahan bakar berupa minyak, gas alam, batubara (energi fosil).

Minggu, 29 Januari 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

PLTD adalah suatu instalasi pembangkit listrik yang terdiri dari suatu unit pembangkit ( SPD ) dan sarana pembangkitan .Mesin Diesel adalah penggerak utama untuk mendapatkan energi listrik dan dikeluarkan oleh Generator . Pada mesin Diesel Energi Bahan bakar diubah menjadi energi mekanik dengan proses pembakaran didalam mesin itu sendiri. Mesin Diesel pada saat ini sudah banyak mengalami perkembangan dalam pemakaian untuk angkutan darat dan laut, kemudian pembangkitan dalam daya kecil dan menengah bahkan sampai daya besar sudah ada yang menggunakannya.

Selasa, 24 Januari 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bagian 1

Pembangkit Listrik Tenaga Uap
   Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan uap air untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit ini termasuk dalam pembangkit listrik termis, yaitu pembangkit listrik yang memanfaatkan panas sebagai penggerak mulanya. Prinsip kerja dari PLTU hampir sama dengan sebuah ceret yang dipanaskan. Air yang diletakkan didalam boiler, kemudian dipanaskan dengan bahan bakar, seperti batubara, minyak bumi, atau gas. Setelah mendidih, maka akan menghasilkan uap air. Uap air ini selanjutnya ditampung untuk sementara, kemudian setelah memiliki temperatur dan tekanan yang memenuhi, uap air dialirkan menuju ruangan turbin untuk memutar turbin. Turbin ini dikopel langsung dengan rotor generator. Sehingga ketika turbin berputar, rotor generator juga ikut berputar dan alhasil stator dari generator dapat menghasilkan energi listrik yang selanjutnya dapat kita gunakan bersama. Lalu, apakah perbedaan antara PLTU dengan pembangkit yang lain?

Sabtu, 21 Januari 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Pembangkit Listrik Tenaga Air
  Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan energi listrik. Seperti halnya PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ Angin), PLTA juga tergolong dalam pembangkit listrik non-termis. Yaitu pembangkit yang tidak memanfaatkan energi panas sebagai penggerak mulanya. Melainkan menggunakan air. Lalu, bagaimanakah proses kerja dari PLTA?

Minggu, 15 Januari 2012

Pembangkit Energi Listrik

Pembangkit Energi Listrik
Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat pula dimusnahkan. Hukum kekekalan energi inilah yang mendasari bagaimana listrik itu dapat kita peroleh. Untuk menghasilkan energi listrik, kita harus mengubah energi lain, seperti kecepatan jatuh air terjun (energi potensial), cahaya matahari (energi surya), kecepatan angin (energi kinetik), proses fusi dan fisi atom uranium (energi nuklir), dan lain sebagainya menjadi energi listrik. Unit atau tempat yang digunakan untuk mengubah energi non-listrik menjadi energi listrik disebut dengan Pembangkit Energi Listrik. Sedangkan alat yang digunakan untuk mengubah energi non-listrik menjadi energi listrik, sebagian besar menggunakan generator (nama lain: alternator) yang dibantu dengan turbin yang seporos dengan rotor generator (dikopel). Mula-mula energi non-listrik memutar turbin, turbin yang berputar akan memutar pula rotor generator. Dengan berputarnya rotor, maka stator generator akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik inilah yang selanjutnya digunakan kita sehari-hari. Generator yang biasa digunakan oleh pembangkit listrik adalah Generator Sinkron.

Listrik

   Semakin meningkatnya populasi manusia di bumi ini, maka semakin meningkat pula kebutuhan hidup manusia. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan manusia, maka teknologi yang digunakan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan tersebut juga semakin berkembang. Contoh nyata dari penggunaan teknologi dalam pemenuhan kebutuhan manusia dapat dilihat dari berbagai macam aspek, misalnya manusia saat ini menggunakan alat transportasi seperti bis atau motor untuk bepergian ke suatu tempat karena lebih cepat dan praktis.

Kamis, 12 Januari 2012

Pengukuran Listrik

 Dalam suatu sistem kelistrikan, pengukuran merupakan kegiatan yang penting. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui besaran-besaran listrik seperti tegangan, arus, hambatan, faktor daya, daya, dll. Dari hasil pengukuran ini, orang yang mengukur dapat menganalisis keadaan, keandalan, kerusakan, dan kerugian yang terdapat pada sistem kelistrikan.