Selamat Datang di Jendela Den Ngabei. Download artikel dengan memberi komentar pada Ngabei Comment Box... pada halaman Unduh Artikel. 1 KLIK DOWNLOAD = Rp 1,-, uang yang sudah terkumpul akan disumbangkan untuk biaya buku siswa SD di tempat KKN saya, desa Ngargosari. Indonesia Jaya..!!. Blog ini berisikan tentang sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, pemanfaatan energi listrik, hingga pengalaman praktis. Semoga bermanfaat..

Jumat, 05 Oktober 2012

Osiloskop (Oscilloscope)

Osiloskop (Oscilloscope) merupakan sebuah alat pengukur besaran listrik yang mana nilai yang diukur adalah berupa nilai maksimal dan hasil pengukurannya ditampilkan pada suatu layar/ display. Besaran yang dapat diukur oleh osiloskop meliputi : arus, tegangan, waktu dan frekuensi, beda fasa, dsb.
Berdasarkan cara kerjanya, osiloskop dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu osiloskop analog dan osiloskop digital. Osiloskop analog menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakkan berkas elektron dalam tabung gambar ke atas atau ke bawah sesuai dengan bentuk gelombang yang diukur. Pada layar osiloskop dapat langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut. Sedangkan osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital.
Berikut adalah beberapa tombol pengatur penting pada osiloskop :
  • Intensitas: mengatur intensitas (“keterangan”) cahaya pada layar. Sebaiknya dijaga agar tombol intensitas ini tidak pada kedudukan maksimum
  • Focus : mengatur ketajaman gambar yang terjadi pada layar
  • Horizontal dan Vertikal: mengatur kedudukan gambar dalam arah horizontal dan vertikal
  • Volt/div (atau Volts/cm), ada 2 tombol yang konsentris. Tombol ditempatkan pada kedudukan maksimum ke kanan (searah dengan jarum jam) menyatakan osiloskop dalam keadaan terkalibrasi untuk pengukuran. Kedudukan tombol di luar menyatakan besar tegangan yang tergambar pada layar per kotak (per cm) dalam arah vertikal
  • Time/div (atau Time/cm), ada 2 tombol yang konsentris. Tombol di tengah pada kedudukan maksimum ke kanan (searah dengan jarum jam) menyatakan osiloskop dalam keadaan terkalibrasi untuk pengukuran. Kedudukan tombol diluar menyatakan faktor pengali untuk waktu dari gambar pada layar dalam arah horizontal
  • Sinkronisasi: mengatur supaya pada layar diperoleh gambar yang tidak bergerak
  • Slope: mengatur saat trigger dilakukan, yaitu pada waktu sinyal naik (+) atau pada waktu sinyal turun (-)
  • Kopling: menunjukan hubungan dengan sinyal searah atau bolak-balik
  • Trigger “Ext” atau “Int”: “Exit” : Trigger dikendalikan oleh rangkaian di luar osiloskop. Pada kedudukan ini fungsi tombol “sinkronisasi”, “slope” dan “kopling” tidak dapat dipergunakan. “Int” : trigger dikendalikan oleh rangkaian di dalam osiloskop. Pada kedudukan ini fungsi tombol “simkronisasi”, “slope” dan “kopling” dapat dipergunakan.

Gambar Osiloskop Analog


Langkah Kalibrasi
Sebelum osiloskop digunakan, sebaiknya osiloskop dikalibrasi. Tahapan urutan kalibrasi adalah sebagai berikut:
  1. Sesuaikan tegangan masukan sumber daya AC 220 volt yang ada di belakang osiloskop sebelum kabel daya AC di masukkan stop kontak PLN.
  2. Nyalakan osiloskop dengan menekan tombol "Power".
  3. Set saluran pada tombol "CH1". 
  4. Set mode pada "Auto".
  5. Atur intensitas, jangan terlalu terang pada tombol "INTEN".
  6. Atur posisi berkas cahaya horizontal dan vertikal dengan mengatur tombol yang bertanda sebagai berikut;
  7. Set level  mode pada tengah-tengah (-) dan (+).
  8. Set tombol tegangan "(volt/div)" bertanda V pada 2 V, sesuaikan dengan memperkirakan terhadap tegangan masukan.
  9. Pasang pelacak pada salah satu saluran-1, CH1 dengan tombol pengalih "AC/DC" pada kedudukan "AC".
  10. Atur saklar-switch pada pegangan pelacak pada posisi pengali "1x".
  11. Tempelkan ujung probe/ pelacak pada titik kalibrasi yang bertanda "Call 2V/p-p" dan atur tombol volt/ div pada ujung tombol, berkas cahaya garis berada pada pembacaan 2 volt.
  12. Atur time/div  pada posisi 1 ms agar tampak tegangan kotak-kotak garis yang cukup jelas.
  13. Setelah tahapan 11, osiloskop siap digunakan untuk mengukur tegangan.

Pembacaan Hasil Pengukuran

 Contoh Hasil Pengukuran Osiloskop

Gambar diatas merupakan contoh hasil pengukuran menggunakan osiloskop. Misalkan saja hasil pengukuran tersebut menggunakan v/div = 20 volt/ div dan t/div = 2 ms/div. Maka kita dapatkan :
  • Vpp (tegangan puncak ke puncak) = jumlah kotak vertikal x volt/div = 4 x 20 = 80 volt
  • Vm (tegangan maksimum/ puncak) = 0,5 x Vpp = 0,5 x 80 = 40 volt
  • Veff (tegangan efektif) = Vm/ (akar kuadrat 2) = 40/ 1,41 = 28,37 volt
  • T (periode) = jumlah kotak horizontal x t/div = 1 x 2 = 2 ms
  • f (frekuensi) = 1/ T = 1/ 2 ms = 500 Hz

Sumber Gambar : 
- clker.com
- gifars.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Ngabei Comment Box...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...