Selamat Datang di Jendela Den Ngabei. Download artikel dengan memberi komentar pada Ngabei Comment Box... pada halaman Unduh Artikel. 1 KLIK DOWNLOAD = Rp 1,-, uang yang sudah terkumpul akan disumbangkan untuk biaya buku siswa SD di tempat KKN saya, desa Ngargosari. Indonesia Jaya..!!. Blog ini berisikan tentang sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, pemanfaatan energi listrik, hingga pengalaman praktis. Semoga bermanfaat..

Sabtu, 27 Oktober 2012

Selamat Hari Listrik Nasional !!!

Hari Listrik Nasional
  Tanggal 27 Oktober 2012 ini Indonesia memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke 67. Peringatan hari listrik mengambil momentum nasionalisasi perusahaan-perusahaan listrik yang semula dikuasai penjajah Jepang.

   Sejarah kelistrikan Indonesia telah dimulai pada akhir abad ke 19, pada saat beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Kelistrikan untuk umum mulai ada pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu N V. Nign, yang semula bergerak di bidang gas memperluas usahanya di bidang penyediaan listrik untuk umum.

Minggu, 21 Oktober 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Uap/ PLTU ( Video )

   Pembangkit Listrik Tenaga Uap/ PLTU adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan uap air untuk memutar turbin generator sehingga generator tersebut dapat menghasilkan energi listrik. Saat ini, PLTU masih menjadi pembangkit listrik andalan di beberapa negara. Hal ini dikarenakan, untuk menghasilkan daya listrik yang besar hanya dibutuhkan bahan bakar yang memiliki harga murah. Bahan bakar tersebut diantaranya batubara dan gas alam.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Luxmeter

   Alat ukur cahaya (lux meter) adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya di suatu tempat. Besarnya intensitas cahaya ini perlu untuk diketahui karena pada dasarnya manusia juga memerlukan penerangan yang cukup. Untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya ini maka diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Sehingga cahaya yang diterima oleh sensor dapat diukur dan ditampilkan pada sebuah tampilan digital.

Meter Tahanan Kontak (Mikroohmmeter)

   Biasa disebut dengan Micro Ohm meter dan digunakan untuk mengukur tahanan antara terminal masuk dan terminal keluar pada alat hubung utama kubikel. Nilai yang dihasilkan adalah dalam besaran micro atau sepersatu juta ohm.
    Dua terminal alat ukur yang dihubungkan ke terminal masuk dan keluar akan mengalirkan arus searah dengan nilai minimal 200 Amper. Sebenarnya yang terukur pada alat ukurnya adalah jatuh tegangan antara 2 (dua) terminal yang terhubung dengan alat ukur, tetapi kemudian nilainya dikalibrasikan menjadi satuan micro ohm.

Meter Tahanan Pentanahan (Earth Tester)

     Biasa disebut dengan Meger Tanah atau Earth Tester, digunakan untuk mengukur tahanan pentanahan kerangka kubikel dan pentanahan kabel. Terminal alat ukur terdiri dari 3 (tiga) buah, 1 (satu) dihubungkan dengan elektroda yang akan diukur nilai tahanan pentanahannya dan 2(dua) dihubungkan dengan elektroda bantu yang merupakan bagian dari alat ukurnya. Ketelitian hasil tergantung dari cukupnya energi yang ada pada baterai.

Megaohmmeter (Megger)

    Megaohmmeter (Megger) merupakan suatu meter tahanan isolasi. Alat ukur ini dapat mengukur tahanan isolasi instalasi tegangan menengah maupun tegangan rendah. Untuk instalasi tegangan menengah ,digunakan Meger dengan batas ukur mega sampai gigaohm dan tegangan alat ukur antara 5.000 volt sampai dengan 10.000 volt arus searah.

Jumat, 19 Oktober 2012

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

   Seperti halnya penyearah satu fasa gelombang penuh tak terkontrol, penyearah ini memiliki 2 jenis, yaitu penyearah dengan tap tengah (2 dioda) dan penyearah jembatan (bridge/ 4 dioda). Yang membedakan antara keduanya adalah komponen penyearah yang digunakannya. Penyearah jenis ini menggunakan komponen penyearah terkontrol, seperti thyristor atau SCR (Silicon Controlled Rectifier), IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor), MOSFET (Metal Oxide Silicon Field Effect Transistor), dll. 

Penyearah Satu Fasa Gelombang Penuh Tak Terkontrol

    Terdapat dua jenis rangkaian penyearah satu gelombang penuh tak terkontrol, diantaranya Penyearah Dengan Tap Tengah (2 dioda) dan Penyearah Jembatan (Bridge/4 dioda). Keduanya memiliki hasil keluaran yang sama, yaitu berupa dua buah bagian positif dalam satu panjang gelombang dari yang inputannya adalah berupa setengah bagian positif dan setengah bagian negatif dalam satu panjang gelombang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rangkaian dari penyearah satu fasa gelombang penuh tak terkontrol.

Penyearah Satu Fasa Setengah Gelombang Terkontrol

    Yang membedakan antara rangkaian terkontrol dengan tak terkontrol adalah komponen penyearah yang digunakannya. Penyearah jenis ini menggunakan komponen penyearah terkontrol, seperti thyristor atau SCR (Silicon Controlled Rectifier), IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor), MOSFET (Metal Oxide Silicon Field Effect Transistor), dll. Terkontrol dalam hal ini maksudnya adalah penyearah ini dapat dipicu pada sudut tertentu sehingga dapat menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diinginkan.

Penyearah Satu Fasa Setengah Gelombang Tak Terkontrol

    Penyearah jenis ini menggunakan satu buah dioda sebagai komponen penyearah tak terkontrol. Hasil keluaran dari rangkaian ini adalah hanya bagian positif saja dalam satu panjang gelombang dari yang inputannya adalah gelombang sinus yang memiliki bagian positif dan bagian negatif dalam satu panjang gelombangnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rangkaian dari penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkontrol.

Penyearah Satu Fasa

Penyearah satu fasa dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu penyearah satu fasa setengah gelombang dan penyearah satu fasa gelombang penuh. Berdasarkan komponen penyearah yang digunakan, penyearah dibagi menjadi 4, yaitu penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkontrol, penyearah satu fasa setengah gelombang terkontrol, penyearah satu fasa gelombang penuh tak terkontrol dan penyearah satu fasa gelombang penuh terkontrol. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan masing-masing dari keempat jenis tersebut.

Kamis, 18 Oktober 2012

Tachometer

  Tachometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan putaran pada poros engkel / piringan motor atau mesin lainnya. Ada 3 function yang bisa dipilih pada switch tachometer, yaitu rpm (resolution per minute) untuk menghitung jarak yang ditempuh.
  Prinsip kerja alat ini adalah dari inputan data berupa putaran diubah oleh sensor sebagai suatu nilai frekuensi kemudian frekuensi tersebut dimasukkan ke dalam rangkaian frekuensi to voltage converter (f to V) keluarannya berupa tegangan, digunakan untuk menggerakkan jarum pada tachnometer analog atau dimasukkan (analog to digital converter) ADC pada tachometer digital untuk diubah menjadi data digital dan ditampilkan pada display.

Resistor 5 Gelang Warna

   Resistor atau tahanan atau hambatan merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk memberikan hambatan arus listrik pada suatu rangkaian. Selain memberi hambatan arus listrik, resistor juga dapat berperan sebagai pembagi arus listrik dan juga sebagai pembagi tegangan. Resistor digolongkan sebagai elemen pasif, artinya resistor ini merupakan elemen yang tidak dapat menghasilkan energi, melainkan hanya menyerap energi, sehingga menimbulkan panas.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Sistem Transmisi

Dalam suatu Sistem Tenaga Listrik (STL), saluran transmisi dibangun untuk keperluan penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban dalam kapasitas daya yang sangat besar. Berikut adalah bagan aliran daya listrik pada sistem transmisi.

Jumat, 05 Oktober 2012

3 Fakta Mengapa Harus Berhemat Listrik

Mungkin lucu kedengarannya, kalau seorang “penjual” justru menghimbau “pembeli” nya agar tidak membeli barang yang dijual dalam jumlah banyak. Bukankah pembelian dari barang tersebut akan memberikan keuntungan yang berlipat ganda bagi si “penjual”? Lalu, mengapa hal ini justru tidak di lakukan? Apakah si “Penjual” tidak menginginkan keuntungan?

Simbol-Simbol Alat Ukur


Pada setiap alat ukur listrik yang kita gunakan, pastilah terdapat beberapa simbol yang melekat pada alat ukur tersebut. Dengan adanya simbol pada suatu alat ukur, maka kita sebagai pengguna dapat mengetahui karakteristik dari alat ukur tersebut sehingga kita dapat menggunakannya dengan baik dan benar. Untuk lebih memperjelas hal tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai beberapa simbol yang terdapat pada suatu alat ukur.

Osiloskop (Oscilloscope)

Osiloskop (Oscilloscope) merupakan sebuah alat pengukur besaran listrik yang mana nilai yang diukur adalah berupa nilai maksimal dan hasil pengukurannya ditampilkan pada suatu layar/ display. Besaran yang dapat diukur oleh osiloskop meliputi : arus, tegangan, waktu dan frekuensi, beda fasa, dsb.

Kamis, 04 Oktober 2012

Frequently Asked Question (FAQ) Part 1 Motor Sinkron

MOTOR SINKRON (Synchronous Motor)
1. Apa itu motor sinkron dan bagaimana prinsip kerjanya?
Jawab :
Motor adalah alat listrik yang dapat mengubah dari energi listrik menjadi energi mekanik (putar). Secara garis besar, motor dapat digolongkan menjadi 2 bagian, yaitu : motor DC dan motor AC. Untuk motor AC, masih digolongkan lagi menjadi 2, yaitu : motor 1 fasa dan motor 3 fasa. Untuk motor 3 fasa masih digolongkan lagi menjadi 2, yaitu : motor sinkron (synchronous motor) dan motor tak sinkron/ tak serempak/ induksi (asynchronous motor).

Jepang Dibelah Dengan 2 Sistem Jaringan Listrik (Belajar dari tsunami 2011)

Gempa dan Tsunami besar di Fukushima Jepang pada tahun 2011 mengakibatkan berhentinya 6 reaktor PLTN di Fukushima Daiichi yang melayani listrik Jepang bagian Timur (Tokyo, Yokohama, Tohoku, Hokaido), sehingga mengakibatkan rolling blackout (pemadaman bergilir) di daerah timur Jepang. Disisi lain, Jepang bagian barat yang tidak terpengaruh dengan gempa dan tsunami pada saat itu masih memiliki cadangan daya. Namun sayang, kelebihan daya tersebut tidak bisa digunakan untuk membantu kekurangan daya di daerah timur secara maksimal. Mengapa demikian??