Selamat Datang di Jendela Den Ngabei. Download artikel dengan memberi komentar pada Ngabei Comment Box... pada halaman Unduh Artikel. 1 KLIK DOWNLOAD = Rp 1,-, uang yang sudah terkumpul akan disumbangkan untuk biaya buku siswa SD di tempat KKN saya, desa Ngargosari. Indonesia Jaya..!!. Blog ini berisikan tentang sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, pemanfaatan energi listrik, hingga pengalaman praktis. Semoga bermanfaat..

Jumat, 05 Oktober 2012

3 Fakta Mengapa Harus Berhemat Listrik

Mungkin lucu kedengarannya, kalau seorang “penjual” justru menghimbau “pembeli” nya agar tidak membeli barang yang dijual dalam jumlah banyak. Bukankah pembelian dari barang tersebut akan memberikan keuntungan yang berlipat ganda bagi si “penjual”? Lalu, mengapa hal ini justru tidak di lakukan? Apakah si “Penjual” tidak menginginkan keuntungan?
Ilustrasi ini nampaknya cocok jika kita hadapakan pada keadaan PT. PLN (Persero) sebagai “Penjual” energi listrik saat ini. Mengapa tidak? PT. PLN (Persero) sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memproduksi dan memasok energi listrik untuk masyarakat justru selalu menghimbau kepada para masyarakat sebagai “Pembeli” barang dagangannya untuk selalu hemat dalam penggunaan energi listrik. Padahal kalau kita berkiblat pada “hukum dagang”, PT. PLN (Persero) justru seharusnya menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan energi listrik secara massive, karena keadaan ini nantinya akan memberikan keuntungan yang besar untuk kesehjahteraan perusahaan itu sendiri. Namun, fakta yang ada tidaklah demikian. Himbauan demi himbauan untuk berhemat dalam penggunaan listrik masih saja gencar dilakukan.

3 Fakta yang harus kita ketahui, mengapa Berhemat dalam Penggunaan Listrik Perlu dan Harus dilakukan?

Penghematan akan sangat membantu PLN untuk menjamin kesinambungan pasokan listrik.
Sampai saat ini masih terdapat kesenjangan (perbedaan) antara Biaya Produksi Listrik dengan harga jual ke pelanggan. Salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi biaya produksi listrik adalah harga Bahan Bakar, dimana PLN harus membeli bahan bakar untuk pembangkit listrik dengan harga yang mengikuti mekanisme pasar. Sementara itu, Harga jual PLN ( Regulated). PLN tidak bisa menaikkan harga jual listrik tanpa persetujuan Pemerintah dan lembaga Legislatif (DPR). Sebab harga jual listrik diatur dalam Tarif Dasar Listrik (TDL) yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Dengan kondisi yang demikian, PLN mengambil pilihan untuk melakukan efisiensi dan penghematan internal perusahaan, dibarengi dengan himbauan dan ajakan kepada pelanggan untuk benar-benar hemat listrik.

Membantu Pemerintah Mengurangi Alokasi Subsidi Listrik
Selama ini negara masih mensubsidi selisih biaya produksi listrik, karena tarif listrik yang dikenakan ke pelanggan masih jauh di bawah harga produksi. Sayangnya jumlah subsidi terbatas. Dengan kenaikan harga Bahan Bakar pembangkit PLN yang sangat fluktuatif . Tentunya, subsidi listrik yang melonjak sangat membebani anggaran keuangan Pemerintah (APBN). Padahal yang perlu disubsidi Pemerintah tak hanya listrik, tapi ada sektor lain yang jauh lebih penting seperti Pendidikan, Kesehatan Masyarakat dan sektor pembangunan lainnya. Nah, apabila setiap pelanggan PLN secara nyata benar-benar melakukan penghematan pemakaian listrik, maka akan sangat membantu Pemerintah mengurangi alokasi Subsidi listrik untuk dialihkan ke sektor pembangunan lainnya yang juga lebih penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menyeimbangkan Pasokan Listrik dengan Kebutuhan Akan Listrik
Adanya ketidakseimbangan antara pertumbuhan konsumsi listrik pelanggan yang lebih cepat meningkat dibandingkan dengan kemampuan PLN dalam menyediakan pembangkit listrik. Untuk membangun pembangkit listrik jenis PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) berkapasitas 2 x 100 MW – seperti PLTU Tarahan – membutuhkan waktu paling cepat 3 (tiga) tahun, baru bisa beroperasi. Ini diluar waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan persiapan, seperti penyediaan dan pembebasan lahan. Sedangkan setiap tahun pertumbuhan konsumsi listrik terus menanjak. Itulah sebabnya masyarakt dihimbau untuk senantiasa bijak dan hemat dalam penggunaan listrik. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara penyediaan pasokan listrik dengan pertumbuhan konsumsi listrik masyarakat sehingga kesinambungan pasokan listrik lebih terjamin.

Sumber : plnbalikpapan.com
Sumber Gambar : lampuled.garasimama.com

Tidak ada komentar:

Ngabei Comment Box...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...