Selamat Datang di Jendela Den Ngabei. Download artikel dengan memberi komentar pada Ngabei Comment Box... pada halaman Unduh Artikel. 1 KLIK DOWNLOAD = Rp 1,-, uang yang sudah terkumpul akan disumbangkan untuk biaya buku siswa SD di tempat KKN saya, desa Ngargosari. Indonesia Jaya..!!. Blog ini berisikan tentang sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, pemanfaatan energi listrik, hingga pengalaman praktis. Semoga bermanfaat..

Sabtu, 06 Oktober 2012

Sistem Transmisi

Dalam suatu Sistem Tenaga Listrik (STL), saluran transmisi dibangun untuk keperluan penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban dalam kapasitas daya yang sangat besar. Berikut adalah bagan aliran daya listrik pada sistem transmisi.
Energi listrik yang dibangkitkan oleh pembangkit listrik dinaikkan tegangaannya terlebih dahulu menggunakan trafo step up. Selanjutnya energi listrik ini dialirkan pada suatu kawat penghantar menuju ke gardu induk. Tegangan transmisi yang tadinya dinaikkan menggunakan trafo step up, kini diturunkan kembali dengan menggunakan trafo step down untuk selanjutnya menuju ke sistem distribusi.
Komponen-komponen utama dari saluran transmisi terdiri dari :
  • Tiang Penyangga/ Menara
  • Isolator
  • Kawat penghantar (conductor)
Berdasarkan panjang salurannya, sistem transmisi dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu :
-  Saluran Transmisi Pendek
    Merupakan jenis saluran transmisi yang memiliki panjang saluran kurang dari 50 mil atau kurang dari 80 km.
-  Saluran Transmisi Menengah
    Merupakan jenis saluran transmisi yang memiliki panjang saluran antara 50 mil sampai 150 mil atau 80 km sampai 240 km.
-  Saluran Transmisi Panjang
    Merupakan jenis saluran transmisi yang memiliki panjang saluran lebih dari 150 mil atau lebih dari 240 km.

Jenis saluran transmisi tenaga listrik yang digunakan di Indonesia antara lain :
Saluran Udara
Penyaluran tenaga listrik menggunakan saluran udara merupakan jenis saluran transmisi tenaga listrik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena antara lain harganya yang lebih murah dibanding jenis lainnya serta pemeliharaannya mudah.

Saluran Udara

Macam-macam saluran udara yang ada di sistem ketenagalistrikan Indonesia antara lain :
  • Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV
  • Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV
  • Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV
Keuntungan dari saluran transmisi udara antara lain :
  • Mudah dalam perbaikan
  • Mudah dalam perawatan
  • Mudah dalam mengetahui letak gangguan
  • Lebih murah
Kerugian :
  • Karena berada diruang terbuka, maka cuaca sangat berpengaruh terhadap kehandalannya, dengan kata lain mudah terjadi gangguan dari luar, seperti gangguan hubungan singkat, gangguan tegangan bila tersambar petir, dan gangguan lainnya.
  • Dari segi estetika/ keindahan kurang, sehingga saluran transmisi bukan pilihan yang ideal untuk transmisi di dalam kota.

Saluran Kabel
Berbeda dengan saluran udara yang menggunakan kawat penghantar telanjang untuk menghantarkan energi listrik, saluran kabel menggunakan kawat penghantar yang dilapisi oleh lapisan isolasi.

Saluran Kabel

Berdasarkan tegangan kerjanya, saluran kabel yang ada di Indonesia dibagi menjadi 3, yaitu :
  • Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 70 kV
  • Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV
  • Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLTT) 150 kV

Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) biasanya ditanam dibawah permukaan tanah. Dibandingkan dengan saluran udara, saluran kabel yang dipendam dibawah permukaan tanah ini tidak terpengaruh oleh cuaca buruk, taufan, hujan angin, bahaya petir dan sebagainya. Lagi pula, saluran bawah tanah lebih estetis karena tidak mengganggu pandangan. Karena alasan ini, saluran-saluran bawah tanah lebih disukai, terutama untuk daerah yang padat penduduknya dan di kota-kota besar. Namun biaya pembangunannya jauh lebih mahal dibandingkaan dengan saluran udara dan perbaikannya lebih sukar bila terjadi gangguan hubung singkat dan kesukaran-kesukaran lainnya.

Saluran Dengan Isolasi Gas
Saluran Dengan Isolasi Gas atau biasa disebut juga Gas Insulated Line (GIL) ini menggunakan gas sebagai media isolasi kawat penghantarnya. Gas yang digunakan untuk pengisolasinya adalah gas SF6. Tegangan kerja dari saluran ini dapat mencapai 150 kV dan 500 kV. Karena mahalnya gas SF6, saluran jenis ini biasanya digunakan pada jarak yang pendek saja seperti pada GIS.

Saluran Dengan Isolasi Gas

Sumber Gambar : sindhcoal.gos.pk, econ.iastate.edu, daly.net.au


Tidak ada komentar:

Ngabei Comment Box...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...