Selamat Datang di Jendela Den Ngabei. Download artikel yang kamu mau pada halaman Unduh Artikel <> Blog ini berisikan tentang kelistrikan mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, pemanfaatan energi listrik, hingga pengalaman praktis <> Semoga bermanfaat dan mari berbagi..

Minggu, 22 Juli 2012

Penyelesaian Gangguan Tak Simetri Double Line to Ground

    Gangguan Double Line to Ground adalah gangguan yang terjadi pada sistem yang tidak seimbang, dimana dua fasanya mengalirkan arus gangguan ke ground. Pada pembahasan kali ini, gangguan terjadi pada fasa b dan c ke ground, sehingga terlihat bahwa dari fasa b dan fasa c mengalirkan arus gangguan ke ground dan biasanya terdapat impedansi gangguan yang dilambangkan dengan Zf. Untuk mengetahui arus gangguan tersebut, dapat dicari dengan menggunakan metode urutan fasa dan metode matriks. Untuk mencari arus gangguan (If) dengan menggunakan metode urutan fasa, berikut adalah langkah-langkah pengerjaannya.

Penyelesaian Gangguan Tak Simetri Line to Line

     Gangguan Line to Line adalah gangguan yang terjadi pada sistem yang tidak seimbang, dimana salah satu fasanya mengalirkan arus gangguan ke fasa yang lain. Pada pembahasan kali ini, gangguan terjadi pada fasa b dan c, sehingga terlihat bahwa dari fasa b tersebut mengalir arus gangguan (If) ke fasa c dan biasanya terdapat impedansi gangguan yang dilambangkan dengan Zf. Untuk mengetahui arus gangguan tersebut, dapat dicari dengan menggunakan metode urutan fasa dan metode matriks. Untuk mencari arus gangguan (If) dengan menggunakan metode urutan fasa, berikut adalah penjelasan mengenai langkah-langkah pengerjaannya

Penyelesaian Gangguan Tak Simetri Line to Ground

   Gangguan Line to Ground adalah gangguan yang terjadi pada sistem yang tidak seimbang, dimana salah satu fasanya mengalirkan arus gangguan ke ground. Pada pembahasan kali ini, gangguan dimisalkan  terjadi pada fasa a, sehingga terlihat bahwa dari fasa a tersebut mengalir arus gangguan (If) ke tanah dan biasanya terdapat impedansi gangguan yang dilambangkan dengan Zf. Untuk mengetahui arus gangguan tersebut dapat dicari dengan menggunakan 2 metode, yaitu metode matrix dan metode urutan fasa. Berikut akan dibahas bagaimana langkah untuk mencari arus gangguan line to ground dengan menggunakan metode urutan fasa.

Jumat, 20 Juli 2012

Penggantian Isolator Pada SUTT Secara Online

Pada suatu saluran udara tegangan tinggi (SUTT), biasanya ditemukan gangguan-gangguan, seperti surja petir dan surja hubung. Gangguan-gangguan ini terkadang menimbulkan arus gangguan yang menyebabkan isolator pada suatu sistem transmisi rusak. Isolator yang rusak tidak dapat diperbaiki, melainkan harus diganti. Pada awal pembangunan SUTT, untuk mengganti isolator yang rusak, perusahaan listrik harus memadamkan listrik terlebih dahulu. Hal ini tentunya menimbulkan kerugian material tersendiri bagi perusahaan kelistrikan tersebut.

Rangkaian Penyearah (Rectifier)

Rangkaian Penyearah (Rectifier) merupakan salah satu jenis rangkaian elektronika daya yang dapat mengubah tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). Untuk mengubah tegangan AC menjadi DC, komponen elektronika daya yang dapat digunakan adalah dioda, SCR (Silicon Controlled Rectifier), IGBT.

Gangguan Hubung Singkat Pada Sistem Tenaga Listrik

     Pada suatu sistem tenaga listrik, dapat kita temukan berbagai macam gangguan. Salah satu gangguan yang ada adalah gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat (short circuit) pada sistem tenaga listrik pada umumnya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
- Gangguan Simetri
- Gangguan Tak Simetri

Minggu, 01 April 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

PLTN bekerja tidak ubahnya seperti prinsip kerja dari sebuah pembangkit listrik yang memanfaatkan panas sebagai pembangkit uap. Uap air yang bertekanan tinggi dingunakan untuk menggerakkan turbin, kemudian turbin menggerakkan generator, dan generator menghasilkan listrik. Perbedaan utama antara PLTN dengan Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) konvensional adalah terletak pada pemanfaatan bahan bakar yang digunakan untuk menguapkan air. Kebanyakan PLTN saat menggunakan Uranium sebagai bahan bakarnya, sedangkan PLT konvensional untuk menghasilkan panas menggunakan bahan bakar berupa minyak, gas alam, batubara (energi fosil).

Minggu, 29 Januari 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

PLTD adalah suatu instalasi pembangkit listrik yang terdiri dari suatu unit pembangkit ( SPD ) dan sarana pembangkitan .Mesin Diesel adalah penggerak utama untuk mendapatkan energi listrik dan dikeluarkan oleh Generator . Pada mesin Diesel Energi Bahan bakar diubah menjadi energi mekanik dengan proses pembakaran didalam mesin itu sendiri. Mesin Diesel pada saat ini sudah banyak mengalami perkembangan dalam pemakaian untuk angkutan darat dan laut, kemudian pembangkitan dalam daya kecil dan menengah bahkan sampai daya besar sudah ada yang menggunakannya.

Selasa, 24 Januari 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bagian 1

Pembangkit Listrik Tenaga Uap
   Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan uap air untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit ini termasuk dalam pembangkit listrik termis, yaitu pembangkit listrik yang memanfaatkan panas sebagai penggerak mulanya. Prinsip kerja dari PLTU hampir sama dengan sebuah ceret yang dipanaskan. Air yang diletakkan didalam boiler, kemudian dipanaskan dengan bahan bakar, seperti batubara, minyak bumi, atau gas. Setelah mendidih, maka akan menghasilkan uap air. Uap air ini selanjutnya ditampung untuk sementara, kemudian setelah memiliki temperatur dan tekanan yang memenuhi, uap air dialirkan menuju ruangan turbin untuk memutar turbin. Turbin ini dikopel langsung dengan rotor generator. Sehingga ketika turbin berputar, rotor generator juga ikut berputar dan alhasil stator dari generator dapat menghasilkan energi listrik yang selanjutnya dapat kita gunakan bersama. Lalu, apakah perbedaan antara PLTU dengan pembangkit yang lain?

Sabtu, 21 Januari 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Pembangkit Listrik Tenaga Air
  Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan energi listrik. Seperti halnya PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ Angin), PLTA juga tergolong dalam pembangkit listrik non-termis. Yaitu pembangkit yang tidak memanfaatkan energi panas sebagai penggerak mulanya. Melainkan menggunakan air. Lalu, bagaimanakah proses kerja dari PLTA?