Selamat Datang di Jendela Den Ngabei. Download artikel dengan memberi komentar pada Ngabei Comment Box... pada halaman Unduh Artikel. 1 KLIK DOWNLOAD = Rp 1,-, uang yang sudah terkumpul akan disumbangkan untuk biaya buku siswa SD di tempat KKN saya, desa Ngargosari. Indonesia Jaya..!!. Blog ini berisikan tentang sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, pemanfaatan energi listrik, hingga pengalaman praktis. Semoga bermanfaat..

Sabtu, 05 Januari 2013

Transient

Lightning (Petir)
Untuk meningkatkan kualitas daya listrik pada sistem tenaga, maka perusahaan listrik negara perlu mengurangi berbagai permasalahan yang membuat kualitas daya listrik buruk. Salah satu permasalahan yang ada adalah transient.
Transient adalah fenomena naiknya peak tegangan hingga ribuan volt dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Secara garis besar, transient dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
-  Transient Impulsive
  Adalah perubahan frekuensi secara tiba-tiba dengan tegangan dan arus yang stabil. Menyebabkan kerusakan pada bentuk gelombang
Penyebab : Surja Petir (Lightning)

Berdasarkan waktu naiknya (time rise), Transient Impulsive dibagi menjadi 3, yaitu :
- Nanosecond : memiliki time rise (Tr) adalah 5 ns.
- Mikrosecond : memiliki time rise (Tr) adalah 1 us.
- Milisecond : memiliki time rise (Tr) adalah 0,1 ms.

-  Transient Oscillatory
   Adalah fluktuasi yang sangat tinggi pada frekuensi yang menyebabkan kerusakan pada bentuk gelombang.
Penyebab : Switching Peralatan dan Pengisian Kapasitor

Berdasarkan frekuensinya, Transient Oscillatory dibagi menjadi 3, yaitu :
- Low Frequency : memiliki frekuensi < 5 kHz
- Medium Frequency : memiliki frekuensi 5 - 500 kHz
- High Frequency : memiliki frekuensi 500 -5000 kHz

Akibat dari adanya transient ini dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu
  • Disruptive Effect, contoh : malfungsi, error pada output atau file corrupt.
  • Dissipative Effect, contoh : degradasi pada peralatan (usia penggunaan pendek).
  • Destructive Effect, contoh : rusaknya peralatan.
Untuk mencegah adanya transient, maka dapat digunakan Surge Protective Device (SPD). SPD adalah suatu alat yang bekerja dengan mereduksi amplitudo gelombang transient dengan membuangnya ke ground. Sehingga amplitudo gelombang yang tersisa dapat lebih aman jika dibandingkan dengan sebelum direduksi.

Surge Protective Device (SPD)


Ada 4 jenis Surge Protective Device (SPD) yang dapat digunakan, yaitu :
  • Metal Oxide Varistor (MOV)
  • Sillicon Junction Diode
  • Spark Gap
  • Gas Tube Arrestor


Tidak ada komentar:

Ngabei Comment Box...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...