Selamat Datang di Jendela Den Ngabei. Download artikel dengan memberi komentar pada Ngabei Comment Box... pada halaman Unduh Artikel. 1 KLIK DOWNLOAD = Rp 1,-, uang yang sudah terkumpul akan disumbangkan untuk biaya buku siswa SD di tempat KKN saya, desa Ngargosari. Indonesia Jaya..!!. Blog ini berisikan tentang sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, pemanfaatan energi listrik, hingga pengalaman praktis. Semoga bermanfaat..

Rabu, 27 Maret 2013

Sistem Interlock Pada Gardu Induk

Pemutus Saklar (PMS)
Dalam suatu sistem tenaga listrik, dikenal suatu hubungan kerja antar peralatan listrik yang disebut dengan sistem interlock. Pada sistem Interlock, mengharuskan PMS (Pemutus Saklar), PMT (Pemutus Tenaga) dan SB (Saklar Pembumian) bekerja sesuai dengan urutan kerjanya. Jika ada yang terbalik, maka akan terjadi busur api atau bahkan hubung singkat yang justru dapat merusak komponen-komponen lain yang tersambung dengan PMS, PMT dan SB ini, seperti transformator.

Tujuan Sistem Interlock
Adanya sistem interlock yang terdapat pada sistem tenaga listrik ini, bertujuan memastikan suatu transformator tidak bertegangan ketika transformator tersebut ingin diperbaiki (maintenance), sehingga pekerja yang memperbaiki terlindungi dari tegangan tinggi. Selain itu, adanya sistem interlock ini akan menghindari adanya busur api karena PMS yang ditutup ketika dalam keadaan bertegangan. Adanya busur api pada PMS dapat menimbulkan harmonisa pada tegangan atau arus sistem, sehingga kualitas daya listrik sistem tersebut semakin buruk.

Proses Kerja Sistem Interlock
Sistem Interlock terdiri dari SP (Saklar Pemutus) atau PMS, PD (Pemutus Daya) atau PMT dan SB (Saklar Pembumian). Berikut adalah susunan dari sistem interlock pada gardu induk.

Susunan Sistem Interlock Pada Gardu Induk

 Berikut adalah urutan kerja dari sistem interlock.
  • Ketika suatu aliran listrik ingin diputus, maka pastikan terlebih dahulu kalau PD tertutup, SP tertutup dan SB terbuka. Awalnya PD dibuka terlebih dahulu.  lalu SP dibuka dan SB ditutup. Dengan ditutupnya SB, maka transformator yang dilindungi sudah digrounding. Sehingga aman untuk di maintenance.
  • Ketika suatu aliran listrik ingin disambung, maka pastikan terleibh dahulu kalau SB tertutup, SP terbuka dan PD terbuka. Awalnya SB dibuka terlebih dahulu. Lalu SP ditutup dan PD ditutup. Dengan proses ini, maka tidak akan timbul busur api pada SP.

Sumber Gambar : 
- projects87.blogspot.com
- www.scamd-ne3.com

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...