Pembangkit Listrik Tenaga Uap/ PLTU adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan uap air untuk memutar turbin generator sehingga generator tersebut dapat menghasilkan energi listrik. Saat ini, PLTU masih menjadi pembangkit listrik andalan di beberapa negara. Hal ini dikarenakan, untuk menghasilkan daya listrik yang besar hanya dibutuhkan bahan bakar yang memiliki harga murah. Bahan bakar tersebut diantaranya batubara dan gas alam.
Tampilkan postingan dengan label Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Tampilkan semua postingan
Minggu, 21 Oktober 2012
Minggu, 22 Juli 2012
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bagian 2
Berdasarkan bahan bakar yang digunakan, PLTU dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
- PLTU Batubara
Merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batubara untuk memanaskan air yang terdapat didalam boiler pada PLTU tersebut. PLTU yang termasuk dalam golongan PLTU ini adalah PLTU Suralaya, PLTU Tanjung Jati B, PLTU Paiton, PLTU Cilacap, PLTU Labuan, PLTU Indramayu, PLTU Rembang, PLTU Asam-Asam.
Minyak Solar Pada Pembangkitan PLTU
Sekalipun di pembangkitan yang bahan bakar utamanya batu bara, solar ternyata masih dibutuhkan. Di sebagian besar PLTU, solar diandalkan sebagai start-up pembakar batu bara bila suatu saat unit pembangkitan berhenti bekerja (trip).
Bila tidak ada solar, batu bara tentunya tidak bisa dibakar, yang tentunya pembangkit tidak bisa beroperasi menghasilkan listrik. Untuk pengisian tangki yang berkapasitas 757 m3 atau 643 ton dari keadaan kosong sampai penuh, bila diangkut dengan truk, butuh sampai 47 truk tangki, dimana 1 truk tangki berkapasitas 16.000 liter. Untuk start-up PLTU Tanjung Jati B, biasanya butuh delapan truk bila peralatan di masing-masing unit itu dalam keadaan dingin setelah terjadi trip. Namun, kalau peralatan masih panas hanya memakai sedikit bahan bakar karena alat-alat lain masih beroperasi.
Bila tidak ada solar, batu bara tentunya tidak bisa dibakar, yang tentunya pembangkit tidak bisa beroperasi menghasilkan listrik. Untuk pengisian tangki yang berkapasitas 757 m3 atau 643 ton dari keadaan kosong sampai penuh, bila diangkut dengan truk, butuh sampai 47 truk tangki, dimana 1 truk tangki berkapasitas 16.000 liter. Untuk start-up PLTU Tanjung Jati B, biasanya butuh delapan truk bila peralatan di masing-masing unit itu dalam keadaan dingin setelah terjadi trip. Namun, kalau peralatan masih panas hanya memakai sedikit bahan bakar karena alat-alat lain masih beroperasi.
Selasa, 24 Januari 2012
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bagian 1
Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan uap air untuk
menghasilkan energi listrik. Pembangkit ini termasuk dalam pembangkit listrik
termis, yaitu pembangkit listrik yang memanfaatkan panas sebagai penggerak
mulanya. Prinsip kerja dari PLTU hampir sama dengan sebuah ceret yang
dipanaskan. Air yang diletakkan didalam boiler, kemudian dipanaskan dengan
bahan bakar, seperti batubara, minyak bumi, atau gas. Setelah mendidih, maka
akan menghasilkan uap air. Uap air ini selanjutnya ditampung untuk sementara,
kemudian setelah memiliki temperatur dan tekanan yang memenuhi, uap air
dialirkan menuju ruangan turbin untuk memutar turbin. Turbin ini dikopel
langsung dengan rotor generator. Sehingga ketika turbin berputar, rotor
generator juga ikut berputar dan alhasil stator dari generator dapat
menghasilkan energi listrik yang selanjutnya dapat kita gunakan bersama. Lalu,
apakah perbedaan antara PLTU dengan pembangkit yang lain?
Langganan:
Postingan (Atom)



