Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber energi utama
untuk menghasilkan energi listrik. Seperti halnya PLTB (Pembangkit Listrik
Tenaga Bayu/ Angin), PLTA juga tergolong dalam pembangkit listrik non-termis.
Yaitu pembangkit yang tidak memanfaatkan energi panas sebagai penggerak
mulanya. Melainkan menggunakan air. Lalu, bagaimanakah proses kerja dari PLTA?
Tampilkan postingan dengan label PLTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLTA. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Januari 2012
Minggu, 15 Januari 2012
Pembangkit Energi Listrik
Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat pula dimusnahkan. Hukum kekekalan energi inilah yang mendasari bagaimana listrik itu dapat kita peroleh. Untuk menghasilkan energi listrik, kita harus mengubah energi lain, seperti kecepatan jatuh air terjun (energi potensial), cahaya matahari (energi surya), kecepatan angin (energi kinetik), proses fusi dan fisi atom uranium (energi nuklir), dan lain sebagainya menjadi energi listrik. Unit atau tempat yang digunakan untuk mengubah energi non-listrik menjadi energi listrik disebut dengan Pembangkit Energi Listrik. Sedangkan alat yang digunakan untuk mengubah energi non-listrik menjadi energi listrik, sebagian besar menggunakan generator (nama lain: alternator) yang dibantu dengan turbin yang seporos dengan rotor generator (dikopel). Mula-mula energi non-listrik memutar turbin, turbin yang berputar akan memutar pula rotor generator. Dengan berputarnya rotor, maka stator generator akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik inilah yang selanjutnya digunakan kita sehari-hari. Generator yang biasa digunakan oleh pembangkit listrik adalah Generator Sinkron.
Langganan:
Postingan (Atom)

